Pages

Saturday, March 1, 2014

BATTLE ROYALE


SURVIVAL PROGRAM. Yeah, gw akhirnya udah keluar dari program Battle Royale. Belum, belum, perjuangan belum berakhir.. Hanya ditunda, untuk sementara waktu. Ngomong2, postingan kali ini agak nyebelin nih, sebenernya gw paling males mengumbar kegalauan tetapi apa daya.. gak gak gak kuat!

Sebelum masuk, gw udah belajar apa aja yang harus dipahami dan gimana caranya untuk survive. Namun, setelah kecemplung di dalamnya, ternyata emang ga mudah (ya iya lah). Dulu, cita-cita gw ingin jadi pemenang BR ini. Setelah di dalamnya, gw makin gamang. ini kah yang gw tuju? It's just everyday, i think i believe a little less and a little less and a little less. And that sucks. (Ted said). Motivasi gw hilang entah dimana. Ya, gw mencampakkannya. Gw melihat orang lain, sesama peserta tentunya, mereka semua semangat melewati segala rintangan. Gw nggak tahu, apakah mereka memang menikmati itu semua atau memang karena tidak ada pilihan lain. Yang jelas mereka punya sesuatu yang dituju. Apa yang gw inginkan, sekarang semuanya terlihat blur. Ya, ujung jalan di depan mata gw, bahkan terlihat blur.

Gw tahu, gw berada di program populer, dimana orang-orang sangat menghormati para alumni program itu, bahkan sewaktu masih jadi peserta, kami juga disegani kok. Gw tahu, banyak orang yang tidak lolos audisi Battle Royale ini, yang berarti gw memang salah satu orang beruntung. Dan kelolosan ini tentu saja campur tanganNya. Gw tahu, banyak yang mendukung gw dan gw nggak boleh mengecewakan mereka. Gw tahu, gw nggak punya bakat yang bisa dijual. Gw tahu, ini semua berawal dari keputusan gw sendiri, keinginan gw, be responsible! Gw tahu, suka atau tidak yaa gw harus menamatkan program ini, karena alasan di atas. Ga ada cerita kayak Cameron Mitchell di Glee Project. Tapiiii, gw juga tahu gw sangat sangat egois, gw orang yang ga bersyukur. Dari semua alasan itu, kenapa nggak bisa mendorong gw untuk menuntaskan program ini dengan baik. What the hell is wrong with me? Gw tahu, gw nggak tahu alasannya.

Semoga di luar sana, saat gw vakum dari program ini, gw menemukan apa yang gw cari.

Mungkin ini seperti hubungan cinta sepasang kekasih yang memasang status in relationship with di facebook. Dimulai dari pendekatan, saling mengenal masing-masing. Di dalam hati, mungkin ada sesuatu yang membuat mereka "nyambung." Setelah dijalani, hmm maybe he's/she's the one. Sepanjang jalan, ternyata ga selalu mulus, mulailah terlihat polisi tidur, genangan air, aspal berlobang, dan lainnya. Mereka merasa sudah tidak ada lagi kecocokan (kebanyakan nonton dorama), buat apa diteruskan kalau yang ada hanya cek-cok, tidak ada hasrat untuk bertemu, benar-benar tidak ada kompromi, sesuatu itu telah memutuskan mereka. Setelah berpisah, mereka memulai lagi kehidupannya, mencari seseorang baru, yang mungkin akan bahagia selamanya bersama mereka. Enak banget ya keluar-masuk ke dalam kehidupan seseorang, semacam ngambil beberapa satuan kredit semester, kalo ga lulus uas ga mau remedial, remedial2 menumpuk, di DO deh.

Gw ingin menemukan "seseorang" itu dan "meminangnya"
Tapi gimana caranya kalo sekarang aja gw belom putus?
Maafkan, kalo gw selingkuh.
Gw udah nggak tahan.

No comments:

Post a Comment